Dear Risk Taker…
Jika
pada hari ini orang tahu keburukanmu, beri aku keyakinan bahwa kau bukan orang
yang sama untuk hari esok. Jika pada hari ini kau hanya diabaikan, jangan
pernah beri mereka kesendirian seandainya keadaan akan terbalik. Jika kau orang
yang begitu kuat, tak mungkin kau punya masalah wajar seperti yang dihadapi
mereka kebanyakan.
Kini
semua terlihat. Memang kau orangnya, yang sedang diuji untuk melewati hari ini.
Tak
ada yang salah, tapi keliru. Hanya saja suatu kekeliruan juga bisa membunuh
lebih kejam daripada kau melakukan kesalahan. Untungnya kau masih hidup.
Terkadang
aku bingung dengan apa yang kau cari di bumi ini, jika memang tak pernah
menemukan, rengkuh saja matahari. Namun, jika kau lebih tertarik pada gemerlap
cahaya, ambil saja rembulan beserta para
gemintang. Tapi dirimu memang terlalu gila, hingga kau buat bumi suram tanpa
terang.
Dirimu
mungkin hanya tahu apa yang terbaik, terbaik dalam hitungan mundur yang dimulai
dari tiga sampai ke angka satu, lalu semua berubah. Ya, dengan cepat semua
menjadi buruk, dan kau merasakan sedetik kehidupan yang mungkin terasa sedikit
neraka.
Menyerahlah
pada hatimu. Coba lihat lagi, hatimu telah mengecil, tercabik oleh rasa
laparmu, dan termangu dalam belenggu dingin penjara besi. Sungguh, ia terlalu
tak pantas untuk mendapatkannya.
Aku
tahu kau hanya ingin berusaha menjadi apa yang kau mau. Berkelana, menyelam,
atau terjatuh hingga tertelan lumpur mungkin ada dalam perjalananmu. Naas,
akhirnya kau terhenti karena tujuanmu telah mati mendadak. Seketika, kau merasa
sendiri dan jauh, kesal dalam sakit tanpa ada yang mau tahu. Namun, percayalah
pada doaku yang terus hadir, meski diriku berada di sisi yang lain.
Kau
hanya perlu kembali, dan bawa semuanya kepada Tuhan. Bagaimanapun kerasnya
pencarianmu untuk sesuatu yang kau inginkan, jika Tuhan tak pernah
mendapatkanmu dalam setiap perintah-Nya, kau hanya membuang-buang waktu hidupmu
saja. Percuma.
Sudahlah.
Apapun itu, kau berhasil mengajarkanku tentang kisah hidup yang lain. Kuharap kesadaranmu
akan mengantarmu pulang kembali. Sesungguhnya Tuhan selalu tahu apa yang
terbaik untuk dirimu, dan Ia hanya menunggu.