Sabtu, 18 Maret 2017

Desperado


Dear Risk Taker…
                Jika pada hari ini orang tahu keburukanmu, beri aku keyakinan bahwa kau bukan orang yang sama untuk hari esok. Jika pada hari ini kau hanya diabaikan, jangan pernah beri mereka kesendirian seandainya keadaan akan terbalik. Jika kau orang yang begitu kuat, tak mungkin kau punya masalah wajar seperti yang dihadapi mereka kebanyakan.

                Kini semua terlihat. Memang kau orangnya, yang sedang diuji untuk melewati hari ini.

                Tak ada yang salah, tapi keliru. Hanya saja suatu kekeliruan juga bisa membunuh lebih kejam daripada kau melakukan kesalahan. Untungnya kau masih hidup.

                Terkadang aku bingung dengan apa yang kau cari di bumi ini, jika memang tak pernah menemukan, rengkuh saja matahari. Namun, jika kau lebih tertarik pada gemerlap cahaya, ambil saja rembulan beserta  para gemintang. Tapi dirimu memang terlalu gila, hingga kau buat bumi suram tanpa terang.

                Dirimu mungkin hanya tahu apa yang terbaik, terbaik dalam hitungan mundur yang dimulai dari tiga sampai ke angka satu, lalu semua berubah. Ya, dengan cepat semua menjadi buruk, dan kau merasakan sedetik kehidupan yang mungkin terasa sedikit neraka.

                Menyerahlah pada hatimu. Coba lihat lagi, hatimu telah mengecil, tercabik oleh rasa laparmu, dan termangu dalam belenggu dingin penjara besi. Sungguh, ia terlalu tak pantas untuk mendapatkannya.

                Aku tahu kau hanya ingin berusaha menjadi apa yang kau mau. Berkelana, menyelam, atau terjatuh hingga tertelan lumpur mungkin ada dalam perjalananmu. Naas, akhirnya kau terhenti karena tujuanmu telah mati mendadak. Seketika, kau merasa sendiri dan jauh, kesal dalam sakit tanpa ada yang mau tahu. Namun, percayalah pada doaku yang terus hadir, meski diriku berada di sisi yang lain.

                Kau hanya perlu kembali, dan bawa semuanya kepada Tuhan. Bagaimanapun kerasnya pencarianmu untuk sesuatu yang kau inginkan, jika Tuhan tak pernah mendapatkanmu dalam setiap perintah-Nya, kau hanya membuang-buang waktu hidupmu saja. Percuma.

                Sudahlah. Apapun itu, kau berhasil mengajarkanku tentang kisah hidup yang lain. Kuharap kesadaranmu akan mengantarmu pulang kembali. Sesungguhnya Tuhan selalu tahu apa yang terbaik untuk dirimu, dan Ia hanya menunggu.