Jumat, 06 Mei 2016

Mereka Datang dan Pergi


People Come and Go
            Ketika garis takdir telah Dia tetapkan untukku, saat itulah aku tercipta, napas kehidupan dihembuskan-Nya untukku. Hingga akhirnya aku punya sejarah masa kecil dimana aku tidak pernah memikirkan sedikit pun tentang dirimu, dia, atau mereka. Tak pernah ada yang berharap siapa akan bertemu siapa. Tak ada juga tersebut secuil nama tak dikenal di ujung doa, bahkan arti persahabatan pun, saat itu aku tak tahu, apalagi membayangkannya. Semuanya masih misteri.
            Namun, kita dipertemukan oleh waktu. Para manusia yang punya latar belakang majemuk, punya talenta dan pemikiran beragam, dan punya ciri khas masing-masing, berada dalam satu tempat yang sama untuk satu tujuan demi ilmu. Ya, waktu yang membawaku juga kalian untuk membuka tabir misteri cerita persahabatan yang saat itu masih dirahasiakan-Nya.
            2013, dimana kita mulai untuk mengikuti irama pergantian hari ke hari, hingga bulan ke tahun. Dari yang awalnya hanya saling curiga dan prasangka, akhirnya mengenal satu sama lain, lalu mulai akrab, hingga tak ada sungkan lagi untuk minta ini-itu, bahkan saling ejek dan sindir. Hei, ketahuilah, irama itu kini bukan lagi berubah menjadi sebuah melodi atau bahkan lusinan kidung atau tembang yang melagu.
            Karena kebaikan, kejahilan, keseruan, sampai kekonyolan yang tercipta di kelas, irama beserta melodi dan lagu itu kini terajut, saling berkolaborasi bersama kenangan menciptakan sebuah film yang tanpa sadar kita rekam sendiri dalam tiga tahun itu. Saat diputar ulang, yang dapat merasakan nuansa unik hanya kita, yang saat itu ada bersama-sama. Jika kau ceritakan pada mereka yang lain, mereka hanya tersenyum, tapi bukan berarti mengerti.
            Kita tak bakal tahu, bagaimana dan kapan peruntungan atau keberhasilan akan memihak pada siapa. Tapi ketahuilah, ketika kita sudah duduk atau berdiri di mimbar kesuksesan, ingatlah lagi saat langkah kita berlari menuju pintu gerbang bangunan di ujung jalan tusuk sate itu, bangunan yang memiliki lapangan dimana kita sama-sama menahan panas saat upacara, sama-sama bergerak saat senam dan olahraga, juga kelas sebagai rumah kedua kita, dimana kita sama-sama belajar, sama-sama takut ulangan dan ujian, sama-sama saling bertoleransi bahkan mengalah karena malas menambah masalah.
            Ingat? Dari sana kita sama-sama berjuang dengan teman satu sekolah, satu kelas, satu bangku, sampai menjadi satu-satunya harapan untuk diri sendiri demi impian masing-masing.
            Lihatlah sekarang, takdir mengantarku untuk mengubah misteri persahabatan yang dulu dirahasiakan-Nya menjadi sebuah sejarah masa SMK.
            Aku tahu, setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Jika dulu kita saling sapa “hai” atau “hallo” dan saling tersenyum, maka sekarang saatnya kita saling pamit “goodbye”, bersalaman, dan tak apa jika ingin menangis.
            Mungkin di waktu yang akan datang, dimana kita meniti jalan yang berbeda, di sana pasti ada kesibukan dan rintangan yang harus dihadapi, hingga tak punya waktu untuk reuni, lama-lama kehilangan kontak komunikasi, dan akhirnya lupa nama dan wajah teman-teman yang dulu. Jika pun ingat dan ternyata bertemu, mungkin yang terjadi hanya rasa sungkan dan bingung, akhirnya hanya sekadar sapa dan senyum kaku yang keluar.
            Untuk itu, jangan buang film yang kita rekam bersama dengan latar SMK, dan kita sebagai actor pemeran utamanya. Watak kita sekarang dengan masa mendatang mungkin akan mengalami sedikit perubahan, mustahil untuk mengulang adegan yang sama. Tetap simpan rekamannya di hati, mainkan di benakmu, lalu nilailah dengan senyuman.
            Bagiku, kalian adalah teman teraneh, tergila, terparah, konyol kronis,,, banyak kejadian yang buat aku terganggu sama tingkah kalian, buat aku malu gara-gara kalian, buat aku susah gara-gara kalian,,, tapi karena itu semua aku punya pengalaman luar biasa, tahu rasanya dipermalukan, disusahkan, dimanfaatkan, dan dibuat ketawa. It’s okay, my friends.
            Lalu setelah kita berpisah, mencari jati diri masing-masing, kemana semua rasa nano-nano yang dulu setiap hari kita ciptakan? So, can we do it again?
            Garis takdir itu, kini menyibak salah satu misteri rahasia dalam sejarah hidupku, yaitu karunia-Nya. Itu kau, teman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar