Jumat, 19 November 2021

Blurred


                Seseorang di muka bumi ini ada yang sedang sibuk dengan arti dari eksistensinya sendiri. Dia telah lelah untuk mengunci emosinya, dia telah selesai untuk sembunyi dari kepuraan. Dia ingin menjauh, ingin sendiri, dan ingin menangis. Ingin ambil waktu dan berterus terang.

            Tidak ada yang menyakiti, kecuali rasa sakit itu sendiri. Semua manusia adalah benar, yang bersalah adalah dia sendiri. Semua manusia baik padanya, yang sedang berkelahi adalah dia dan masalahnya sendiri. Kadang dia juga lupa apa yang sedang dipertengkarkan dalam dirinya, saking lamanya. Saking seringnya. Karena, selain darah, dirinya terdiri dari dua hal lain. Madu dan racun. Dalam tubuhnya seakan mengalir dua hal berbeda yang saling adu.

            Makanya, dia kacau.

            Dulu dia bilang bahwa apa-apa jangan menangis, tapi sekarang dia sadar kalau menahan tangis ternyata lebih menyesakkan. Jadi, akan lebih baik untuk menangis saja.

Andai saja, semua perjalanan di dunia ini adalah tanpa biaya dan tanpa beban, maka pergi adalah kata yang paling nyaman untuk menjauh. Membiarkan jarak untuk mengajarkan makna dari ‘rumah’ dan ‘pulang’, juga ‘kembali’.

 

           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar