Rabu, 25 Februari 2015

bukan puisi


Ketika Alam Dengan Pesonanya

Aku selalu memimpikan
Dapat menikmati panorama indah
Yang dibentangkan alam…
                Bermain di hijaunya kebun teh,
                Menantang gagahnya gunung,
                Bernyanyi dengan ombak dan buih yang berderai…
Menjemput matahari dari tidurnya,
Dan mengantar kembali ke peraduannya…
Hingga menyaksikan datangnya raja malam dengan jubah hitamnya…
                Tapi, mungkin aku terlalu sibuk…
                Sibuk dengan hidupku sendiri…
                Tak menyadari  ketika alam memancarkan pesonanya dihadapanku…
Aku hanya perlu sedikit waktu
Untuk menikmati eksotisme alam ini…
Dari waktu yang sedikit itulah
Aku merasa bahagia, bebas dari kepenatan…
                Aku ingin memeluk hamparan keindahan yang ditawarkan alam ini…
                Semakin berusaha memeluknya
                Semakin ku sadar, aku terlalu kecil
                Tak dapat kurengkuh indahnya dengan tanganku…
Alam ini terlalu indah untuk dirusak,
Terlalu mahal untuk dijual,
Terlalu megah untuk diremehkan,
Dan seorang penghancur terlalu tak pantas untuknya…

K.Y.R

Tidak ada komentar:

Posting Komentar