Coba lihat ke ujung sana. Ada garis terang cahaya langit pertanda pagi akan dihantar menyapa hari. Lalu lihatlah kilau sendu embun-embun sisa udara semalam di ujung dedaunan yang baru bangun merekahkan sedikit kuncup bunganya. Hirup bau pagi ini sedalam-dalamnya. Selagi kesegaran masih bernapas.
Lupakan dulu hal yang mengganggu benak dan pundakmu. Lupakan sejenak. Lalu, kulihat kau tutup matamu, secara perlahan. Tampak berat sekali gerakan kelopak matamu, seirama dengan gerakan pundakmu yang perlahan tenang. Hei, sepahit apa kehidupan di luar sana? Sudah seberapa buruk luka yang ada pada jalan hidupmu yang lalu? Aku tak tahu apa yang telah kau lalui, sekasar apa kau terhempas, juga selincah apa kau menghindar. Aku tak pernah tahu. Aku pun di tempat lain untuk hidup, mengumpulkan sedikit demi sedikit kemungkinan yang besar, namun tetap, masa lalu tak pernah mati untuk selalu kuingat.
Tak usah buru-buru untuk pergi. Bukankah kita baru sebentar bertemu kembali? Minum dulu teh hangat ini selagi dingin pagi dan hangat manis teh bisa memberikan harmonisasi sempurna untuk tubuh, apalagi perut yang kosong. Tak usah terlalu lama menghitung detik, menit, atau jam. Toh kita selalu hidup dalam rangkaian waktu. Ketika kau berpikir bahwa kau akan terlambat, aku percaya bahwa itu hanya karena kau selalu membatasi sang waktu.
Sedikit berbeda dari terakhir kita bertemu, kau terlihat sedikit kurus, namun dari air muka dan sinar matamu kulihat ada kedewasaan yang bertambah, ada keikhlasan yang terpancar, namun juga ada kesedihan yang berusaha kau tenggelamkan. Aku dapat melihatnya.
Out of the blue, pagi ini menyenangkan. Matahari terangkat sedikit demi sedikit tanpa kita sadari, kita habiskan dengan tertawa. Aku sudah lama tak merasakan euphoria tawa semacam ini. Aku sadar bahwa aku telah menjadi orang aneh lagi, tapi itu menyenangkan ketika bersamamu.
Kau bilang, tak ada yang berubah dalam segala hal di hidupmu. Kau bilang semua berlalu dengan begitu saja, tak ada yang spesial, tak ada yang signifikan, tak ada apapun yang bisa membuat pengaruh besar untuk lebih baik. Percayalah, itu karena kau hanya berjalan sendiri, menghadapi keluar-biasaan yang ajaib. Tak ada teman yang menyaksikan bagaimana indahnya kau melangkah, bagaimana hebatnya kau berjuang, tak ada yang tahu bahwa dirimu ternyata sudah berganti. Bukan kau yang dulu.
Malang, kau hanya tak sadar. Yang terus kau lihat hanya ketidak-sempurnaan pada dirimu. Asal kau tahu, memang lucu ketika kau melihat tak ada yang berbeda atau paling tidak perubahan yang baik pada dirimu dan jalanmu. Tapi ketahuilah, teman lamamu ini telah banyak memperhatikan perubahan pada wajah dan sikapmu sejak tadi. Kau berproses, tunggulah hingga semesta melihat siapa dirimu. Namun, jika kelak semua tak sesuai harapan, percaya saja padaku. Aku temanmu dari lama, dan aku tahu kau punya perubahan. Kau tidak membatu.
Selagi kau masih bersamaku untuk hari ini, tertawa saja dengan keras agar aku juga bisa tertawa karena melihatmu tertawa. Biarakan aku merasakan semangat yang telah lama hilang tertinggal di hari dulu, biarkan aku merasakan pipi ini mengembang untuk lebih dari sekadar tersenyum. Tertawa. Kisahkan padaku cerita-cerita nyata nan aneh, nan menggelitik, nan dalam untuk kutahu bahwa kau melakukan itu sendiri ketika aku tak ada bersamamu. Dan aku pun demikian.
Terima kasih sekali untuk hari ini….
Matahari tetaplah harus tenggelam untuk menerbitkan sang purnama. Langit senja mengisyaratkan pada burung-burung kecil yang sejak pagi tadi belum pulang untuk kembali mengisi sarangnya, kembali pada anak-anaknya. Lampu-lampu kota telah menyala kuning, menghias syahdu suasana diiringi lantunan ayat suci sebelum waktu maghrib. Salam berpisah akhirnya sampai pada kita. Satu hari ini seakan membawaku jauh mengelilingi hal-hal yang belum pernah kujangkau dengan pengalamanmu yang tak pernah luar biasa jika menurutmu.
Dengar, aku tak akan membuat diriku terlalu nyaman dengan membiasakan dirimu hadir setiap waktu untuk membantu, untuk selalu ada. Aku tak akan menangis di depanmu hanya karena aku tak ingin kau pergi. Itu hanya membuatku menjadi seorang yang terlalu manja untuk kehidupan yang keras di luar sana.
Jadi, biarkan semua berjalan sebagaimana hidup yang terus berlanjut. People come and go, jangan merutuki `sesuatu yang kurang` selama kita tidak bisa sama-sama. Kau akan temukan teman baru, tempat baru, meski aneh sekalipun, bersikaplah untuk menghargai apapun itu.
But if it all does not work, and no one cares about you, you still have me.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar